img_head
ARTIKEL

Prinsip Corroboration Rule dan Relevansinya dalam Sistem Hukum Pidana di Indonesia

Okt27

Konten : artikel Hukum
Telah dibaca : 2.118 Kali

Gerry Geovant Supranata Kaban, S.H., M.H. Proses pembuktian di persidangan merupakan pilar utama dalam sistem peradilan pidana yang berfungsi sebagai fondasi untuk mengungkap kebenaran materiil dan mencapai keadilan hakiki dalam suatu .......

Selengkapnya

Eksistensi Putusan Serta Merta dalam Perkara Gugatan Sederhana

Agu13

Konten : artikel Hukum
Telah dibaca : 1.713 Kali

Eksistensi putusan serta merta dalam perkara gugatan sederhana memiliki legitimasi hukum yang sah karena tidak diatur untuk dilarang secara eksplisit dalam PERMA GS. Sebab, Pasal 32 PERMA GS sebagai dasar .......

Selengkapnya

Implikasi Konsep Rechterlijk Pardon Terhadap Sistem Pemidanaan di Indonesia Pasca Pemberlakuan KUHP Nasional

Agu13

Konten : artikel Hukum
Telah dibaca : 2.685 Kali

Gerry Geovant Supranata Kaban-Hakim PN Wamena

Latar Belakang

Rechterlijk pardon atau dalam bahasa Indonesia dikenal dengan istilah “pemaafan hakim” merupakan suatu konsep di mana terdakwa terbukti bersalah melakukan suatu .......

Selengkapnya

Klausul Non-Kompetisi Dalam Perjanjian Kerja: Apakah Sah Secara Hukum?

Agu13

Konten : artikel Hukum
Telah dibaca : 2.438 Kali

Gerry Geovant Supranata Kaban-Hakim PN Wamena

Klausul non-kompetisi yang dalam Bahasa Belanda dikenal dengan istilah Concurrentiebeding atau dalam Bahasa Inggris dikenal dengan istilah Non-Competition Clause adalah sebuah ketentuan kontraktual .......

Selengkapnya

Dilema Hakim: Memutus Perkara Sesuai Surat Dakwaan atau Fakta Persidangan?

Jul27

Konten : artikel Hukum
Telah dibaca : 1.508 Kali

Mencari keseimbangan antara kepastian hukum dan keadilan substantif adalah tantangan abadi dalam sistem peradilan pidana (criminal justice system). Hal ini menjadi semakin pelik ketika hakim dihadapkan pada situasi di mana .......

Selengkapnya